AGEN BOLA - Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia kembali terjadi. Gli Azzurri tersingkir setelah kalah dramatis dari Bosnia dalam laga play-off yang berakhir lewat adu penalti di Zenica.
Di tengah euforia pendukung tuan rumah, para pemain Italia justru berdiri terpaku di tengah lapangan. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan air mata setelah kesempatan terakhir menuju Piala Dunia 2026 sirna.
Kekalahan ini membuat Italia mencatat sejarah pahit, yaitu menjadi mantan juara dunia pertama yang gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Tangis Pemain Italia Setelah Kekalahan
Suasana kontras langsung terasa setelah adu penalti berakhir di Stadion Bilino Polje. Di belakang gawang tempat penalti terakhir dieksekusi, suporter Bosnia menggelar koreografi besar sebagai simbol keberhasilan mereka menuju Piala Dunia.
Di sisi lain lapangan, para pemain Italia hanya bisa saling menenangkan. Beberapa di antaranya terlihat menangis menyaksikan mimpi mereka kembali kandas.
Leonardo Spinazzola menjadi salah satu pemain yang paling terpukul dengan hasil tersebut. “Ini seperti mimpi buruk,” kata Spinazzola dengan mata berkaca-kaca.
“Saya sudah sembilan tahun membela tim nasional dan belum pernah bermain di Piala Dunia. Ini sangat menyakitkan. Bagi Italia. Bagi kami.”
Sebagian besar pemain Italia lainnya memilih diam. Kapten Gianluigi Donnarumma juga tidak memberikan komentar setelah pertandingan karena suasana ruang ganti yang penuh kekecewaan
Gattuso Minta Maaf kepada Fans Italia
Pelatih Italia Gennaro Gattuso muncul di ruang konferensi pers dengan wajah tegang. Ia terlihat menggigit bibirnya beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan wartawan.
Gattuso kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada sekitar 500 pendukung Italia yang datang langsung ke Zenica serta jutaan penonton di tanah air. “Ini sangat menyakitkan,” ujar Gattuso.
Ia juga memuji perjuangan para pemainnya yang tetap bertahan meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah sebelum turun minum.
Menurut Gattuso, timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mengunci kemenangan lebih awal.
Ia menyebut satu momen penting yang membuat segalanya berubah: peluang Moise Kean yang gagal dimanfaatkan saat Italia masih unggul dan bermain dengan sepuluh pemain.
Gattuso yakin para pemainnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik. “Saya sudah lama tidak melihat tim nasional bermain dengan hati sebesar ini,” kata Gattuso.
Italia Sebenarnya Sedang Berbenah
Di balik kegagalan tim nasional, sejumlah perubahan sebenarnya sedang dilakukan dalam struktur sepakbola Italia.
Federasi telah memperluas sistem pembinaan usia muda dan memperkenalkan lebih banyak kompetisi kelompok umur. Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Italia menjuarai Euro U-17 pada 2024 setelah sebelumnya juga menjuarai Euro U-19 pada 2023. Beberapa pemain muda seperti Francesco Camarda dan Michael Kayode menjadi bagian dari generasi tersebut.
Selain itu, klub-klub Serie A kini diperbolehkan memiliki tim B di Serie C untuk menjembatani transisi pemain muda ke sepakbola profesional.
Dari sisi infrastruktur, Italia juga sedang melakukan pembaruan stadion menjelang Euro 2032 yang akan mereka gelar bersama Turki.
Pembangunan stadion baru San Siro telah mendapat lampu hijau, sementara Stadion Artemio Franchi di Florence juga sedang direnovasi.
Sayangnya, semua kemajuan tersebut tertutup oleh kenyataan pahit, bahwa tim nasional Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia.
Tragedi Tiga Edisi Piala Dunia
Kegagalan di Zenica menambah daftar panjang kekecewaan Italia dalam kualifikasi Piala Dunia. Pada 2018, Italia tersingkir setelah kalah dari Swedia di play-off. Empat tahun kemudian, mereka kembali gagal setelah kalah mengejutkan dari Makedonia Utara. Kini, Bosnia menjadi tim ketiga yang menghentikan langkah Gli Azzurri menuju turnamen terbesar sepakbola dunia. Situasi ini membuat sebagian pengamat menyebutnya sebagai trilogi tragedi bagi sepakbola Italia. Jika kegagalan pertama pernah disebut sebagai “kiamat”, maka kenyataannya kini Italia harus menghadapi kenyataan bahwa krisis tersebut belum benar-benar berakhir.
Pantau terus Agen888 untuk mendapatkan pembaruan berikutnya, Bolaneters!
SUPPORT IOS & ANDROID
24 JAM CUSTOMER SERVICE ONLINE
Nagita Soraya Tanex
Whatsapp : +6282297409963
Agen SBOBET | Agen IBCBET | Agen 338A Casino | Agen ISIN4D