AGEN BOLA - Rafael Leao memastikan waktunya bersama AC Milan segera berakhir setelah tujuh tahun membela Rossoneri. Penyerang asal Portugal itu mengaku emosional ketika harus mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah menjadi bagian penting dalam kariernya.
Leao berada di San Siro saat AC Milan mengalahkan Venezia dengan skor 2-0 pada laga pembuka kandang musim ini. Ia hadir untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya meski tidak lagi menjadi bagian dari rencana tim untuk jangka panjang.
Kepergian Leao sebelumnya memang sudah mencuat selama beberapa pekan terakhir. Aston Villa dan Galatasaray disebut menjadi dua klub yang bersaing mendapatkan jasanya dengan tawaran sekitar 50 juta euro.
Leao akan meninggalkan Milan setelah mencatatkan 291 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 80 gol dan 65 assist. Selama berseragam Rossoneri, ia turut membantu klub meraih Scudetto dan Supercoppa Italiana serta mencapai semifinal Liga Champions pada musim 2022-2023.
Leao Kenang Tujuh Tahun Bersama Milan
Leao mengakui perpisahan dengan AC Milan bukan momen yang mudah untuk dilewati. Ia merasa klub telah memberikan dukungan besar sekaligus membantunya berkembang sebagai pemain dan memahami tuntutan ketika membela tim besar.
Penyerang Portugal itu juga berharap bisa mengakhiri kebersamaannya dengan Milan melalui cara yang berbeda. Namun, ia tetap merasa bersyukur atas semua pengalaman yang didapat selama tujuh musim berada di San Siro.
"Ya, ini adalah masa yang sulit. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan setim setelah tujuh tahun bersama mereka. Klub ini selalu mendukung saya, membantu saya berkembang, dan membuat saya memahami apa arti standar tinggi ketika mewakili klub besar seperti AC Milan," kata Leao.
"Saatnya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya sebenarnya ingin mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang berbeda, dengan cara yang lebih baik, mungkin dengan berada di lapangan sekali lagi di depan para penggemar yang telah banyak membantu saya, terutama selama masa-masa sulit," ujar Leao.
Leao Menangis Saat Harus Berpisah
Perpisahan tersebut ternyata membuat Leao tidak mampu menahan emosinya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menangis ketika harus meninggalkan rekan-rekan yang telah menemaninya selama perjalanan panjang di Milan.
Leao menyadari bahwa perpisahan merupakan bagian dari perjalanan seorang pesepak bola. Meski tidak lagi bermain untuk Milan, ia memastikan rasa cintanya terhadap klub tersebut tidak akan berakhir dan akan tetap mengikuti perkembangan Rossoneri dari kejauhan.
"Saya menangis, banyak menangis, itu normal, emosi seperti ini memang wajar," kata Leao.
"Itulah kehidupan, memang seperti ini: kita belajar dan kita mengucapkan selamat tinggal. Ini bukan cinta yang berakhir, karena cinta yang saya miliki untuk Milan tidak akan pernah berakhir. Saya akan menyaksikannya dari kejauhan," ujar Leao.
Leao Bawa Kenangan Trofi dari Milan
Selama memperkuat Milan, Leao merasakan sejumlah pencapaian penting bersama klub. Ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan Scudetto dan Supercoppa Italiana, serta membantu Rossoneri melangkah hingga semifinal Liga Champions 2022-2023.
Trofi menjadi salah satu kenangan yang paling melekat bagi Leao setelah melewati tujuh musim di Milan. Ia juga menegaskan bahwa semua pencapaian tersebut akan terus menjadi bagian dari ingatannya hingga akhir karier.
"Ketika Anda memenangkan trofi, hal-hal itulah yang paling melekat bersama Anda, Anda tahu apa saja trofi tersebut. Saya akan mengingatnya sampai akhir," tutur Leao.
"Saya pasti akan menjadi bagian dari sejarah klub ini karena saya tahu apa yang telah saya lakukan di sini. Saya akan membawa semua orang yang telah membantu saya di dalam hati, dan saya hanya ingin mengucapkan terima kasih," lanjut Leao.
Leao Tetap Dukung Milan dari Jauh
Leao juga memberikan penilaian positif terhadap era baru Milan di bawah Ruben Amorim. Ia mengaku menyukai gaya permainan yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut dan yakin Amorim dapat membantu Rossoneri meraih pencapaian penting.
Milan baru memulai perjalanan baru setelah kepergian Leao, tetapi pemain berusia 26 tahun itu tetap berharap mantan klubnya berada di level teratas. Ia juga memastikan akan terus mengikuti perjalanan Milan meski dari tempat yang berbeda.
"AC Milan akan selalu menjadi AC Milan. Tim ini berada di level yang sangat bagus, dengan pelatih yang hebat; kami memang belum lama bersama, tetapi Amorim sangat bagus, dia memiliki tekad dan bisa membantu AC Milan meraih hal-hal penting," tegas Leao.
"Dia memainkan sepak bola yang saya sukai, saya menyukai sepak bola Amorim. Saya akan menyaksikan Milan dari kejauhan. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka," pungkas Leao.
Pantau terus Agen888 untuk mendapatkan pembaruan berikutnya, Bolaneters!
SUPPORT IOS & ANDROID
24 JAM CUSTOMER SERVICE ONLINE
Nagita Soraya Tanex
Whatsapp : +6282297409963
Agen SBOBET | Agen IBCBET | Agen 338A Casino | Agen ISIN4D